Thursday, 12 June 2014

IPG :)

ujian amali :

tetiba teringat, 'Mad ' .. nis gagal terangkan hukum tajwid ni sbb tak tahu sangat2.. lagipun, masa tu nis masih pening dan konfius dgn dasar2 pendidikan, pelan2 pembangunan, isu-isu pendidikan yang dibaca sebelum interview. baca lain, yg ditanya lain.pastu, interviewer suruh plak demonstrasi cara tayamum, nis guna pelat penang sampai dia pening dgn bahasa nis. haha ^^'
then, kena baca doa apa xtau, berbelit-belit lidah nk sebut makhraj bagi betul. getaq xtau habaq. mau taknya, interviewer semuanya lelaki !! manjang duk perati orang, naik seram kita ni. pastu dia suruh baca text bahasa arab tanpa baris, hat ni memang nis ambil masa agak lama. kena detail dan faham dulu iqrob2 baru boleh sebut fathah ka kasroh ka dommah ka tanwin ka.. alahai, nasib baik ustaz muslim dan ustaz azli rajin ajar iqrob2 masa form 5 dulu. boleh jugak la baca text tu sikit2, walaupun nis perasan interviewer tu senyum2 sampai tutup mulut. (dalam hati : nak gelak , gelak ja lah, buat ayu pula tutup2 mulut, sakit hati I  )
pastu, dia bagi gambar muka gajah. kena tulis 1 ayat atas papan putih guna 10 perkataan tanpa titik. alaihai, imlak = bina ayat. dah la bagi gambar muka ja, x pandai nak kelentong apa. Terbit idea untuk tulis ' dalam gambar ini, terdapat ... ' (hehe, dah 4 ayat, kiranya just goreng 6 perkataan lagi) ... seekor gajah besar yang mempunyai sepasang mata yang comel dan mulut yang luas ' = ' fi haza surah, tujadu al-filul kabir 'indahu ainul jamilah wa faamun al-wasi'ah. '
'hahaha', terdengar si dia ketawa di belakang. *malunya!* mata comel? mulut luas? haha  whatever~~~ then ! tulis jawi, boleh tahan juga textnya... banyak perkataan 'fa' dan 'va'  susah juga nak bezakan tulisan jawi dulu dan jawi terkini. seingat nis, ada perkataan, 'festival' dan 'march'.
apa yg nis buat, cakap, lakonkan masa interview IPG dulu, semuanya secara spontan. involuntary action. byk nerves putus sbb tinggi sangat pressure. haha. tak sempat nak trigger impulses. tambah2, ni first time nis pi temuduga. Pendidikan Islam pula 1 subjek yg universal, kita x dapat nak jangka soalan apa yg bakal ditanya.. 
I've do my best. Apa pun keputusannya, nis redho dan cuba untuk tabah. nis puas hati sbb nis jumpa interviewers tanpa berpura-pura. nis berjaya jadi diri nis. setidak-tidaknya, nis ada pengalaman ditemuduga oleh lecturer2 IPG dan nis mampu berkongsi sedikit sebanyak tips kpd junior nanti. bukan tu saja, nis dapat ramai kawan baru yg baik hati. best sangat. Alangkah indahnya ~
my hope, is still there, IPG. InsyaaAllah  aamiin.
Im not good but ill always do my best. Abah said, 'beat them ! '. Yes abah, I did. In my own ways. smile. move on.
* Salam Nisfu Syaaban, 2.35 a.m. *

Wednesday, 11 June 2014

make up?

'' kaknis, boleh ke kalau nak make up? ''

BOLEH, tapi JANGAN melampau-lampau, seperti video ni.  Rasulullah larang kita bertabarruj.
ustazah kesayangan kaknis kat Irshad ada cakap, boleh ja nak make up, nak pakai kasut tinggi, tapi jagalah apa yang sepatutnya kita jaga sebagai wanita muslimah.. SEBAIKNYA, elak lah make up, make up. Takut jadi zina mata. kalau nak make up juga, biar sederhana, untuk keyakinan dan penampilan diri. nak pakai kasut tinggi, better yg rata, jgn yg bertumit 'tajam' sehingga mencecah 3,4 inci. Sebab kasut high heel boleh menghasilkan bunyi = mnarik perhatian ajnabi.

Jadi hukumnya, 
1) harus (sederhana, solekan nipis, sekadar untuk keyakinan dan penampilan diri)
2) haram ( tabarruj, solekan tebal, menunjuk-nunjuk kecantikan kepada ajnabi)
Nak keluarkan hujah, tersangat la banyak. Hanya mampu keluarkan beberapa dalil dan hadis untuk renungan dan muhasabah bersama.

* Dalil :

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.
[Surah An-Nur ; ayat 31]

* Hadis soheh :

Rasulullah saw sendiri pernah bersabda,
Aku telah melihat di dalam neraka, aku melihat kebanyakan penghuninya wanita. Sebabnya mereka sedikit yang patuh pada Islam dan Rasulnya, kurang taat kepada suaminya dan kuat bersolek.
Dua golongan dikalangan ahli neraka yang tidak akan aku pandang iaitu kaum yang bersama mereka cemeti seperti ekor lembu yang dengannya digunakan memukul orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bagaikan bertelanjang yang mendorong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk membuat maksiat. Sanggul dikepala mereka ditusuk tinggi-tinggi seperti bonggol unta yang bergoyang-goyang. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya sedangkan sesungguhnya bau syurga itu bisa dicium dari jarak demikian dan demikan.

Allahu' aalam 

Monday, 26 May 2014

If you want to fly and move on to better things, you have to give up the things that weigh you down – which is not always as obvious and easy as it sounds.
Starting today, give up.

Letting the opinions of others control your life
People know your name, not your story.  They’ve heard what you’ve done, but not what you’ve been through.  So take their opinions of you with a grain of salt.  In the end, it’s not what others think, it’s what you think about yourself that counts.  Sometimes you have to do exactly what’s best for you and your life, not what’s best for everyone else.

The shame of past failuresYou will fail sometimes, and that’s okay.  The faster you accept this, the faster you can get on with being brilliant.  Your past does not equal your future.  Just because you failed yesterday; or all day today; or a moment ago; or for the last six months; or for the last sixteen years, doesn’t have any impact on the current moment.  All that matters is what you do right now.  

Being indecisive about what you want
 You will never leave where you are until you decide where you would rather be.  It’s all about finding and pursuing your passion.  Neglecting passion blocks creative flow.  When you’re passionate, you’re energized.  Likewise, when you lack passion, your energy is low and unproductive.  Energy is everything when it comes to being successful.  Make a decision to figure out what you want, and then pursue it passionately.

Procrastinating on the goals that matter to you
 There are two primary choices in life: to accept conditions as they exist, or accept the responsibility for changing them.  Follow your intuition.  Don’t give up trying to do what you really want to do.  When there is love and inspiration, you can’t go wrong.  And whatever it is you want to do, do it now.  There are only so many tomorrows.  Trust me, in a year from now, you will wish you had started today.

Choosing to do nothing
 You don’t get to choose how you are going to die, or when.  You can only decide how you are going to live, right now.  Every day is a new chance to choose.  Choose to change your perspective.  Choose to flip the switch in your mind from negative to positive.  Choose to turn on the light and stop fretting about with insecurity and doubt.  Choose to do work that you are proud of.  Choose to see the best in others, and to show your best to others.  Choose to truly LIVE, right now

Your need to be right
 If you keep on saying you’re right, even if you are right now, eventually you will be wrong.  Aim for success, but never give up your right to be wrong.  Because when you do, you will also lose your ability to learn new things and move forward with your life. 

Running from problems that should be fixed
 We make lifeharder than it has to be.  The difficulties started when… conversations became texting, feelings became subliminal, sex became a game, the word ‘love’ fell out of context, trust faded as honesty waned, insecurities became a way of living, jealously became a habit, being hurt started to feel natural, and running away from it all became our solution.  Stop running!  Face these issues, fix the problems, communicate, appreciate, forgive and LOVE the people in your life who deserve it.

Making excuses rather than decisions
 Life is a continuous exercise in creative problem solving.  A mistake doesn’t become a failure until you refuse to correct it. Thus, most long-term failures are the outcome of people who make excuses instead of decisions.

Overlooking the positive points in your life
 What you see often depends entirely on what you’re looking for.  Do your best and surrender the rest.  When you stay stuck in regret of the life you think you should have had, you end up missing the beauty of what you do have.  You will have a hard time ever being happy if you aren’t thankful for the good things in your life right now. 

Not appreciating the present moment
 We do not remember days, we remember moments.  Too often we try to accomplish something big without realizing that the greatest part of life is made up of the little things.  Live authentically and cherish each precious moment of your journey.  Because when you finally arrive at your desired destination, I guarantee you, another journey will begin.


Teringat time kat kelas PK PLKN.. selalu gaduh kecil-kecilan dgn Cikgu Arni and Cikgu Fidza... 

Nis : cikgu ! saya tak setuju
Cikgu Arni : apa?
Nis : konsep 'what u give, u get back '. duk bagi je kat orang, orang tak 'bagi' pun kat saya. cmna tu?
Cikgu Arni : ikhlaskan diri anda. 

Nis : cikgu, sikit pun 'saya tidak peduli' dgn konsep percaya.
Cikgu Fidza : why?
Nis : coz it's too HARD for me to believe anyone.
Cikgu Fidza : Adakah mereka percayakan hanis?
Nis : emm.. ramai rasanya. 
Cikgu Fidza : kamu bertindak kejam
Nis : tapi kenapa?
Cikgu Fidza : apa maksud 'adil' ?
Nis : meletakkan sesuatu di tempat yang betul iaitu... ya.. tidak menzalimi hak orang lain. but I JUST CANT. 
Cikgu Fidza : kepercayaan juga hak orang lain, hanis. you should try. please try.

TKL ( Timbalan Komandan Latihan ) : kamu TAKUT dengan bayangan DIRI SENDIRI. Saya CABAR, lompat Charlie O43 !!  

 * cikgu, saya still tak berjaya amalkan dua konsep ni. haha, jom gaduh lagi??.. rindu cikgu :)
Tuan, saya masih fobia pada ketinggian. sbb takda yg akan sambut kalau saya jatuh. hahaha *
 just refleksi , chilling myself 
Malam2 cmni, terasa rindu life di PLKN. kalau boleh, nis nak stay lebih lama lagi dengan cikgu2 dan kawan2 kat situ. ^_^ maybe bagi kebanyakan wira dan wirawati, modul pekerti, modul pembinaan karakter dan sebagainya tu membosankan. tapi percayalah, modul-modul tu semua tersangat-sangatlah bermakna dalam hidup nis. Di PLKN, nis berjaya cari di mana kekuatan sebenar diri nis.

Seriously talk, 'hanis' yang ampa kenai ni dulunya, masa kat sekolah menengah, dia seorang yang sangat-sangat rendah diri. I mean, rendah diri yang melampau. Sometimes nis rasa cam lebih baik mati ja dari hidup dalam keadaan macam tu. Betapa teruk dan rendahnya self-esteem nis sehinggakan semua orang HEBAT di mata nis, yes, nis x pernah nampak kelebihan diri sendiri, takda keyakinan langsung dengan diri sendiri.. and selalu hipokrit.

hm, result nis makin lama makin merosot, bukan sebab nis bodoh, bukan sebab nis malas study tapi sebab nis berkonflik dengan diri sendiri. sekolah pun selalu MC. Kalau di sekolah rendah, nis bukannya jenis pelajar yang pasif begitu, cikgu2 kenal nis, nis akan sentiasa tingkatkan prestasi dalam pelajaran dan nis akan bersungguh-sungguh dalam semua bidang yang nis ceburi. Alhamdulillah.. 

... but then, ada something yang jadi pada nis time 2009, and my life totally change 360 degree. 5 tahun mencari diri, and now I was able to improve my life successfully. hmm, makna 'bahagia' , makna 'berjaya' tu berbeza bagi kita semua. Berkat PLKN, nis berjaya temui sesuatu dan nis happy dengan life nis skrg ni. rasa bertuah sangat dapat masuk PLKN. :) 

terima kasih kawan-kawan KEM PLKN BUKIT BESAR.. terima kasih cikgu-cikgu.. terima kasih TKL.. terima kasih komandan.. terima kasih staf-staf kem, jasa kalian.. akan ku kenang selalu. wslm.   * Im not perfect but I'll always try to do my best *